Siapa Aku - Siapa Dia Bag.4

Rabu, 29 September 2010
Dia seorang anak dari keluarga miskin. Pekerjaan ayahnya seorang tukang bangunan. Profesinya sebagai tukang, tidak menjamin kebutuhan hidupnya, bahkan jauh dari cukup.Pekerjaan ini tidak tiap hari ada, kadang -kadang berminggu-minggu hanya diam dirumah, karena tidak ada pekerjaan.Sementara kebutuhan makan dan biaya anak sekolah tiap hari tak pernah absen.
Dengan jumlah uang sekolah(jajan)yang hanya Rp. 3000/hari dia tetap semangat untuk pergi sekolah, meskipun hati kecilnya sedikit agak risau..."apa uang ini bisa cukup ?...,karena disekolah tiap hari ada puingutan kas amal, iuran kelas dll.Jika ada keperluan yang lebih penting, ia mencoba tidak jajan,uangnya dikumpulkan untuk membeli LKS atau yang lainnya.Ia tidak berani minta  uang untuk keperluan lain, karena percuma saja,pasti orangtuaku akan menjawab" Nak..kita tdk punya uang..mudah-mudahan besok lusa ayahmu dapat uang lebih besar".

Kami benar-benar keluarga miskin..maka aku bertekad aku harus berjuang , nanti hidupku jangan seperti oarangtuaku  sekarang. Kekurangan ini jangan sampai menjadi semakin parah, jika aku menjadi anak yang putus asa. Aku harus berbuat sesuatu, aku jangan jadi pemalas, aku harus rajin belajar dan bekerja membantu orangrtuaku.Akupun banyak berdoa dan menebus harapan dengan rajin berpuasa,shalat duha dan shalat malam. Semoga Allah jangan terlalu lama membiarkan kami seperti ini, paling tidak berilah aku kesempatan aku mampu membahagiakan orangtua dan saudara-saudaraku.
Hari -hari sekarang aku harus kuat tidak banyak menikmati kesenangan seperti anak-anak yang lain, keprihatinan ini harus menjai cambuk agar aku selalu berusaha maju dan meraih sukses.Masa depan jauh lebih penting,  biarlah hari ini aku kurang makan.. kurang jajan...kurang main...kurang pakaian bagus.Aku berusaha agar tidak kekurangan semangat hidup, belajar dan bekerja, tidak kekurangan pengetahuan(ilmu), pengalaman dan keahlian. Aku akan berusaha memanfaatkan setiap kesempatan yang ada. Apapun yang bermanfaat bagiku, aku berusaha untuk mengambilnya, karena aku sadar semua yang aku dapat sekarang adalah modal untuk membangun masa depan. Kata-kata dia saya akan selalu aku ingat"orang yang hanya mengejar kesenangan hari ini, sebenarnya dia melupakan masa depannya".

4 komentar:

Raigina_COMBEST mengatakan...

Karna itulah kita harus memanfaatkan waktu kosong untuk belajar sebaik-baik Nya, Untuk MASA DEPAN yang lebih cerah.

Jika MASA DEPAN cerah Hati Pun TENANG
& Orang tua pun SENANG.
Ya Kan pak?

Anonim mengatakan...

pak,jdi peljaran bagi kita jgan brputus asa dlm bljar walaupun kita kekurangan ekonomi dlm khidupan kita masing-masing kita hruz bsa jdi orng yang sukses d masa dpan dan kkurangan itu jgn mnjdi beban ???

betulkan pak ????

GEntrA~coMBheZ't~DuAz mengatakan...

jadi menjalani hidup itu tak boleh putus asa !
jalani saja apa yg kta lakukan ,
kta harus bekerja keras dallam menjalani kehidupan..!!

betul pak??..

rio-spidermancombest mengatakan...

itu harus kita jadikan pelajaran yg berharga dimana ada setiap waktu yg kosong kita jngan membuang-buang waktu tersebut. kita harus memanfaatkannya dengan belajar yg giat dan bekerj a keraslah yg giat pula.
semoga kita smua menjadi anak yg supet cerdas aminnnnn.......!!!!!!!!!!!!!!

Posting Komentar