Tampilkan postingan dengan label ketrampilan hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ketrampilan hidup. Tampilkan semua postingan

HAUS SEKS

Sabtu, 27 November 2010
Simber : Google

Hidup tanpa tujuan adalah perjalanan tanpa arah. Untuk pergi ke suatu tujuan harus ditentukan jalan yang tepat dan laluilah jalan itu dengan penuh keyakinan bahwa kita akan sampai dan selamat. Seringkali pada suatu saat kita punya  banyak rencana , sementara kita punya keterbatasan daya . Tidaklah mungkin kita lakukan sekaligus apalagi dalam waktu yang bersamaan. Disinilah diperlukan kemampuan memenej hidup yang baik, jangan hanya bicara banyak keinginan atau rencana, tapi kita juga harus berpikir "mungkinkah aku bisa melakukan atau sanggupkah aku melakukankannya semua itu".Lebih kacau lagi kalau banyak rencana/kegiatan akhirnya tak satupun berjalan dengan baik dan berhasil.

Bukan hanya keserakahan akan harta , tahta dan wanita saja yang dianggap akhirnya akan menghancurkan kehidupannya. Selain itu yang bisa membuat rusak hidup kita juga adalah terlalu banyak keinginan/kegiatan yang tak jelas-yang tak mantap - tak matang, karena banyak pengorbanan waktu, tenaga dan biaya menjadi sia-sia. Ada banyak saran... kita sebaiknya ambil beberpa rencana atau kegiatan saja,   lalu kita fokus dan jangan setengah - setengah. Kita akan banyak kesulitan berbagi  kosentrasi dan daya yang ada untuk melakukan banyak kegiatan. Yang dikhawatirkan.... justru tak satupun dapat kita raih.

Prinsip azas prioritas dibutuhkan dalam ruang kehidupan kita. Salah prioritas akan berakibat fatal, yang jelas pertama kegagalan pencapaian tujuan utama yakni menikmati hidup . Kita akan terus diliputi kekecewaan-penyesalan, bahkan mungkin akan mengalami frustasi dan depresi. Lalu hidup ini terasa linglung-bingung, apa yang harus saya lakukan...? sekarang saya harus bagaimana?....Jangankan kita menikmati hidup menjalani hidup ini pun terasa berat, padahal dalam hidup ini bukan sekedar bisa hidup, menjalani hidup, menikmati hidup-tetapi tujuan  agar bisa berbagi hidup perlu kita lakukan.


Langkah perjalanan  hidup ini semua berawal dari kemampuan berpikir. Maka kemampuan bepiikir harus kita asah. Bagi kaum muda khususnya pelajar dan mahasiswa, saat yang tepat untuk mengkonstruksi akal kita sehingga melahirkan pikiran-pikiran yang jernih,baik dan berguna. Nilai janganlah terlalu jadi tujuan, biarkanlah menjadi akibat. Utamakanlah membangun kemampuan berpkir yang melahirkan sikap mental dan akhlak positif.  Pandanganya selalu ; apa manfaat bagiku ?, apa baik buat ku ?,apa yang bisa saya berikan buat orang lain ? . Belajarlah menghadapi masalah bukan menghindari masalah. Belajar menyelesaikan masalah dengan benar dan tepat, hindari menyelesaikan masalah yang justru menambah masalah. Ingat jangan lari dari masalah! dan jangan mengundang masalah. Masalah akan selalu mendampingi kehidupan, sering kali satu masalah belum selesai datang masalah yang baru. Maka... sekali lagi belajarlah menghadapi dan menyelesaikannya.

Ada pesan dari orangtua kita ; jangan banyak bicara lebih baik banyak bekerja, jangan hanya bisa mengkritik orang lain - tapi pandailah berikan solusi, lebih baik mencoba daripada berpangku tangan, banyaklah memberi daripada meminta, biasakan pandai menghargai orang lain daripada mencaci orang dan biasakan segalanya dengan persiapan yang matang dan mantap. Segala sesuatu yang sekarang dilakukan ini agar diarahkan untuk masa depan kita, bukan  HANYA URUSAN SEKARANG SAJA ( HAUS SEKS). Selalu kita pikirkan, apakah yang saya lakukan sekarang berguna bagi kehidupan dimasa akan datang atau justru merusak masa depan ?. Hidup semau gue.. terserah aku....sekarang untuk sekarang... nanti untuk nanti...akan menjadi mesiu yang akan meledak menghancurkan kehidupan.

Hidup berencana,bag.1

Sabtu, 06 November 2010
   

   Mungkinkah Alam
   by: Akhmad Solihin
   Mungkinkah alam
   Akan bertambah luas
   Mungkinkah sumber  alam
   Akan bertambah banyak

                         Alam dan sumbernya
                         Takmungkin bertambah
                         Yang mungkin manusia
                         Dan kebutuhannya

                                                                  Jangan rusak alam
                                                                  Jangan menguras isinya
                                                                  Mari hidup berencana
                                                                  Serta hemat energi

Ya....Tuhan..ampunilah kami. Hamba adalah manusia-manusia yang bodoh, hamba yang tidak tau diri,hamba yang tidak pandai bersyukur. Lebih parah lagi... kalau kami ya Allah adalah manusia-manusia serakah. Panteslah kalau kemudian bencana datang silih berganti bahkan nampaknya alam ini saling berebutan ingin andil memberi hadiah buat manusia... yang mulia tapi hina... yang pintar tapi bodoh..yang religi tapi keji.

Di bulan Oktober 2010 ini kita panen musibah alam; belum lama banjir bandang di Wasior Papua, datang tsunami di Mentawai dan belum reda gunung Merapi marah. Korban harta dan nyawa tak sedikit jumlahnya. Yang jadi persoalan lain adalah persolan kelangsungan hidup bagi yang masih hidup serta kehidupan generasi yang akan datang, karena alam  telah rusak. Kasus- kasus bencana yang telah menimpa tanah air kita, masih banyak yang belum terselesaikan, terutama dalam penanggulangan korban bencana. Satu sisi kemampuan pemerintah yang terbatas, sisi lain masyakat korbanpun sudah tidak memiliki aset.Bersabar dan bertafakurlah...wahai saudaraku di Aceh... di pangandaran...Sidoarjo...Papua....dan  dimanapun saudaraku di negeri ini.

Mari kita bangkit dengan pandangan  dan sikap hidup yang baru, agar yang sudah terjadi tidak terjadi lagi, terutama agar anak cucu kita ke depan bisa menikmati kehidupan yang indah. Ada tiga persoalan yang cukup berat harus kita pikirkan. Pertama bagaimana mengembalikan atau memperbaiki alam yang sudah rusak ini, kedua; membangun kelangsungan hidup kita yang sudah jadi korban.Mulai pemukiman,sarana dan prasarana pendidikan ,ekonomi dsb.Serta yang ke tiga kita harus berpikir bagaimana agar persolan yang pernah terjadi tidak menimpa lagi. Kita sadar alam ini akan berubah oleh faktor alam itu sendiri atas kehendak Sang Pencipta. Bencana akan lebih dahsyat akibatnya jika ditambah dengan persoalan ulah manusia; karena kebodohannya, karena keserakahannya dll.

Nah... sekarang mari kita sadari, alam bisa rusak dalam sekejap tapi memperbaiki mungkin akan butuh waktu puluhan tahun dan ongkos yang sangat besar. Entah kapan kita bisa hidup sejahtera ?, kalau terus-terus hanya bisa memperbaiki...memperbaiki,  dan itupun tidak selesai- selesai. Kapan kita bisa meningkatkan pembangunan? Ayolah... Jangan rusak alam dan jangan menguras isinya. Mari hidup berencana-dengan rencana yang matang membangun masa depan, negeri yang bebas dari bencana (kecuali kehendak Tuhan). Hidup tenang, aman,damai dan sejahtera.

Khusus bagi anak-anak bangsa ini, ayolah mulai hidup ini dengan rencana-rencana yang jelas , baik dan benar. Lakukan sesuatu... banyaklah berbuat... untuk membangun masa depan. Setiap hari buatllah jadwal kegiatan harian ; apa yang akan/harus dilakukan agar esok lebih baik dari sekarang. Buatlah hidup ini bermakna dengan rencana-rencana yang indah. Gapaliah mimpimu dengan usaha dan daya juang yang keras, tanpa merugikan orang lain. Cintai dirimu..cintai orangtua..cintai saudaramu... cintai alam ini... cintai negeri ini... cintai masa depanmu.

jadi orang sibuk ,bag.2

Jumat, 05 November 2010


 Jika  kamu  adalah pelajar, berarti duniamu-dunia pelajar. Dunia pelajar ya..tentu belajar.Ayo masuki dunia ini...cintai dunia ini... gali dunia ini... dan dan... milikii dunia ini. Gunakan waktu yang ada untuk banyak belajar.Setiap kesempatan selama hidup 24 jam adalah peluang-peluang yang harus dimanfaatkan untuk menimba pengetahuan -pengalaman dan keterampilan. Kekuatan ilmu pengetahuan ,pengalaman dan kerterampilan diharapakan akan membentuk pandangan hidup-sikap hidup dan ketarampilan hidup sebagai perangkat membangun kehidupan yang kita idamkan.

Hidup adalah belajar.. belajar adalah hidup.Orang hidup harus belajar dan orang belajat agar bisa jalani hidup,nikmati hidup dan berbagi hidup.Tujuan kita sekolah-belajar atau masuk ke dunia pendidikan..jangan lupa ....don't forget.... jangan  nilai menjadi tujuan utama..jangan naik kelas atau lulus yang menjadi tujuan. Jika seperti itu... bisa jadi seorang siswa nilainya bagus tapi tidak punya pandangan hidup dans ikap hidup yang benar, apalagi keterampilan hidup.

Mari kita luruskan paradigma pendidikan...paradigma belajar!.Pendidikan yang utama bukan mengejar ijazah atau sertifikat.Buat apa punya ijazah aatau sertipikat tapi kemampuannya tidak bisa diandalkan..apalagi berkompetisi dengan orang lain!.Belajar atau pendidikan harus dipandang sebagi suatu proses dengan segala aktivitasnya untuk membentuk kualitas diri. Dalam setiap aktivitas dan kesibukannya dalam belajar selalu berpikir dengan tolak ukurnya" adakah yang bertambah dan berubah, apakah hari ini lebih baik dari kemarin, apa yang harus kita lakukan agar esok lebih baik hasilnya "

Perlu beri aplause kepada teman kita...Yuni Sara' lihat dia hidupnya semakin mandiri ,dia tidak banyak tergantung orangtuanya; mulai menyiapkan pakaian sekolahnya, belajarnya, makannya berusaha untuk berbuat sendiri.Dirinya selalu bicara.." dirumah ini saya saya harus banyak belajar, dan Ayah -Ibuku adalah guruku.Aku sadar suatu saat aku akan ditinggalkan atau meningglkan mereka. Segala sumber daya yang ia miliki berusaha dimanage(ditata-kelola) dengan sebaik-baiknya. Dia berpikir  berakit-rakit kehulu berenang-renang ketepian , tidak apalah hari ini serba kekurangan tapi besok saya harus menikmati jerih payah ini .

Disekolah adalah waktunya untuk banyak belajar ilmu pengetahuan dan keterampilan hidup lainnya .Sekolah adalah sebuah kesempatan yang tidak boleh disia-siakan. Aku harus benar-benar sibuk. Sibuk melakukan kegiatan belajar. Aku harus belajar dari guru, dari teman atau dari siapapun. Disekolah sumber belajar cukup banyak, satu diantaranya adanya perpustakaan, segudang buku disana tersedia. Aku harus sering datang untuk banyak baca - tulis , menggali informasi memperkaya pengetahuanku.

Mah...Pah... aku mohon izdin hari ini pulang agak sore.. ada apa? kata Ibunya. Nanti  mau ada kegiatan forum perpustakaan sampai jam tigaan(3)..terus kelompok belajar di rumah teman sampai jam lima sorean(5), kata anaknya.Pulangnya, dia tak nampak kelelahan, justru ekspresi wajahnya cukup ceria. Assalamualaikum... mah aku pulang...terus cium tangan Ibunya dan Ayahnya. Mah... hari ini aku sudah belajar ini...ini..ini aku senang mah..pah aku bertambah bisa.. terimakasih  yah.. mah..pah atas doanya . Malamnya, mulai pukul 19.30(tujuh) setelah istirahat sebentar, kemudian makan malam, dia ambil lagi alat tulisnya untuk membuka kembali  pelajaran tadi pagi lalu mempersiapkan belajar pelajaran esok harinya .Pukul 22.00 kemudian dia istirahat untuk tidur malamnya. Pukul 03.30 dia bangun; lalu shlat tahajud, kemudian diteruskan kembali membaca kembali yang sudah dipelajarinya. Pukul 05.00 dia shalat subuh , lalu membatu ibunya mengerjakan pekerjaan rumah. Setelah sarapan dan pakaian seragam lengkapnya dia berangkat sekolah lagi. Kebiasaan sebelum berangkat cium tangan dan minta doanya kepada Ayah dan Ibunya dia lakukan.Oh... kesibukan yang bermakna...Yakin Tuhan tak akan jauh dari dia.