Hidup berencana,bag.1

Sabtu, 06 November 2010
   

   Mungkinkah Alam
   by: Akhmad Solihin
   Mungkinkah alam
   Akan bertambah luas
   Mungkinkah sumber  alam
   Akan bertambah banyak

                         Alam dan sumbernya
                         Takmungkin bertambah
                         Yang mungkin manusia
                         Dan kebutuhannya

                                                                  Jangan rusak alam
                                                                  Jangan menguras isinya
                                                                  Mari hidup berencana
                                                                  Serta hemat energi

Ya....Tuhan..ampunilah kami. Hamba adalah manusia-manusia yang bodoh, hamba yang tidak tau diri,hamba yang tidak pandai bersyukur. Lebih parah lagi... kalau kami ya Allah adalah manusia-manusia serakah. Panteslah kalau kemudian bencana datang silih berganti bahkan nampaknya alam ini saling berebutan ingin andil memberi hadiah buat manusia... yang mulia tapi hina... yang pintar tapi bodoh..yang religi tapi keji.

Di bulan Oktober 2010 ini kita panen musibah alam; belum lama banjir bandang di Wasior Papua, datang tsunami di Mentawai dan belum reda gunung Merapi marah. Korban harta dan nyawa tak sedikit jumlahnya. Yang jadi persoalan lain adalah persolan kelangsungan hidup bagi yang masih hidup serta kehidupan generasi yang akan datang, karena alam  telah rusak. Kasus- kasus bencana yang telah menimpa tanah air kita, masih banyak yang belum terselesaikan, terutama dalam penanggulangan korban bencana. Satu sisi kemampuan pemerintah yang terbatas, sisi lain masyakat korbanpun sudah tidak memiliki aset.Bersabar dan bertafakurlah...wahai saudaraku di Aceh... di pangandaran...Sidoarjo...Papua....dan  dimanapun saudaraku di negeri ini.

Mari kita bangkit dengan pandangan  dan sikap hidup yang baru, agar yang sudah terjadi tidak terjadi lagi, terutama agar anak cucu kita ke depan bisa menikmati kehidupan yang indah. Ada tiga persoalan yang cukup berat harus kita pikirkan. Pertama bagaimana mengembalikan atau memperbaiki alam yang sudah rusak ini, kedua; membangun kelangsungan hidup kita yang sudah jadi korban.Mulai pemukiman,sarana dan prasarana pendidikan ,ekonomi dsb.Serta yang ke tiga kita harus berpikir bagaimana agar persolan yang pernah terjadi tidak menimpa lagi. Kita sadar alam ini akan berubah oleh faktor alam itu sendiri atas kehendak Sang Pencipta. Bencana akan lebih dahsyat akibatnya jika ditambah dengan persoalan ulah manusia; karena kebodohannya, karena keserakahannya dll.

Nah... sekarang mari kita sadari, alam bisa rusak dalam sekejap tapi memperbaiki mungkin akan butuh waktu puluhan tahun dan ongkos yang sangat besar. Entah kapan kita bisa hidup sejahtera ?, kalau terus-terus hanya bisa memperbaiki...memperbaiki,  dan itupun tidak selesai- selesai. Kapan kita bisa meningkatkan pembangunan? Ayolah... Jangan rusak alam dan jangan menguras isinya. Mari hidup berencana-dengan rencana yang matang membangun masa depan, negeri yang bebas dari bencana (kecuali kehendak Tuhan). Hidup tenang, aman,damai dan sejahtera.

Khusus bagi anak-anak bangsa ini, ayolah mulai hidup ini dengan rencana-rencana yang jelas , baik dan benar. Lakukan sesuatu... banyaklah berbuat... untuk membangun masa depan. Setiap hari buatllah jadwal kegiatan harian ; apa yang akan/harus dilakukan agar esok lebih baik dari sekarang. Buatlah hidup ini bermakna dengan rencana-rencana yang indah. Gapaliah mimpimu dengan usaha dan daya juang yang keras, tanpa merugikan orang lain. Cintai dirimu..cintai orangtua..cintai saudaramu... cintai alam ini... cintai negeri ini... cintai masa depanmu.

2 komentar:

rio-spidermancombest mengatakan...

mungkin alam sudah muak dengan perilaku manusia yg berperilaku seenaknya dan tanpa mengetahui dampak apa yg akan muncul dari perbuatannya itu!!!
atau tuhan ada rencana lain di balik itu semua!!!!

rizkasariansyah mengatakan...

kita tinggal didunia....
kita harus melindungi alam ini ...
jangan sampai merusaknya ...
seharusnya manusia janganlah serakah ingin mengambil kekayaan alam tetapi hasilnya akan merugikan. . .

Posting Komentar