Simber : Google
Hidup tanpa tujuan adalah perjalanan tanpa arah. Untuk pergi ke suatu tujuan harus ditentukan jalan yang tepat dan laluilah jalan itu dengan penuh keyakinan bahwa kita akan sampai dan selamat. Seringkali pada suatu saat kita punya banyak rencana , sementara kita punya keterbatasan daya . Tidaklah mungkin kita lakukan sekaligus apalagi dalam waktu yang bersamaan. Disinilah diperlukan kemampuan memenej hidup yang baik, jangan hanya bicara banyak keinginan atau rencana, tapi kita juga harus berpikir "mungkinkah aku bisa melakukan atau sanggupkah aku melakukankannya semua itu".Lebih kacau lagi kalau banyak rencana/kegiatan akhirnya tak satupun berjalan dengan baik dan berhasil.
Bukan hanya keserakahan akan harta , tahta dan wanita saja yang dianggap akhirnya akan menghancurkan kehidupannya. Selain itu yang bisa membuat rusak hidup kita juga adalah terlalu banyak keinginan/kegiatan yang tak jelas-yang tak mantap - tak matang, karena banyak pengorbanan waktu, tenaga dan biaya menjadi sia-sia. Ada banyak saran... kita sebaiknya ambil beberpa rencana atau kegiatan saja, lalu kita fokus dan jangan setengah - setengah. Kita akan banyak kesulitan berbagi kosentrasi dan daya yang ada untuk melakukan banyak kegiatan. Yang dikhawatirkan.... justru tak satupun dapat kita raih.
Prinsip azas prioritas dibutuhkan dalam ruang kehidupan kita. Salah prioritas akan berakibat fatal, yang jelas pertama kegagalan pencapaian tujuan utama yakni menikmati hidup . Kita akan terus diliputi kekecewaan-penyesalan, bahkan mungkin akan mengalami frustasi dan depresi. Lalu hidup ini terasa linglung-bingung, apa yang harus saya lakukan...? sekarang saya harus bagaimana?....Jangankan kita menikmati hidup menjalani hidup ini pun terasa berat, padahal dalam hidup ini bukan sekedar bisa hidup, menjalani hidup, menikmati hidup-tetapi tujuan agar bisa berbagi hidup perlu kita lakukan.
Langkah perjalanan hidup ini semua berawal dari kemampuan berpikir. Maka kemampuan bepiikir harus kita asah. Bagi kaum muda khususnya pelajar dan mahasiswa, saat yang tepat untuk mengkonstruksi akal kita sehingga melahirkan pikiran-pikiran yang jernih,baik dan berguna. Nilai janganlah terlalu jadi tujuan, biarkanlah menjadi akibat. Utamakanlah membangun kemampuan berpkir yang melahirkan sikap mental dan akhlak positif. Pandanganya selalu ; apa manfaat bagiku ?, apa baik buat ku ?,apa yang bisa saya berikan buat orang lain ? . Belajarlah menghadapi masalah bukan menghindari masalah. Belajar menyelesaikan masalah dengan benar dan tepat, hindari menyelesaikan masalah yang justru menambah masalah. Ingat jangan lari dari masalah! dan jangan mengundang masalah. Masalah akan selalu mendampingi kehidupan, sering kali satu masalah belum selesai datang masalah yang baru. Maka... sekali lagi belajarlah menghadapi dan menyelesaikannya.
Ada pesan dari orangtua kita ; jangan banyak bicara lebih baik banyak bekerja, jangan hanya bisa mengkritik orang lain - tapi pandailah berikan solusi, lebih baik mencoba daripada berpangku tangan, banyaklah memberi daripada meminta, biasakan pandai menghargai orang lain daripada mencaci orang dan biasakan segalanya dengan persiapan yang matang dan mantap. Segala sesuatu yang sekarang dilakukan ini agar diarahkan untuk masa depan kita, bukan HANYA URUSAN SEKARANG SAJA ( HAUS SEKS). Selalu kita pikirkan, apakah yang saya lakukan sekarang berguna bagi kehidupan dimasa akan datang atau justru merusak masa depan ?. Hidup semau gue.. terserah aku....sekarang untuk sekarang... nanti untuk nanti...akan menjadi mesiu yang akan meledak menghancurkan kehidupan.



2 komentar:
Wow Amazing......
Yaser
it's good ..!!
Nurul
Posting Komentar