HATI - SANG PEMIMPIN
Minggu, 12 Desember 2010
Langkah hidup manusia akan sangat ditentukan oleh hati , pikiran dan aksinya. Islam mengajarkan jika segumpal darah pada tubuh manusia itu rusak, maka rusaklah manusia itu. Jika apapun awalnya tidak suka apalagi membenci, maka sebaik apapun yang akan diberikan kepadanya - akhirnya tidak banyak gunanya. Contoh; jika kita tidak suka terhdap suatu jenis makanan, meskipun makanan inu bergizi tinggi serta diolah dan dikemas sedemikian rupa, tetap saja orang itu tidak mau makan, boleh jadi bahkan dia akan muntah. Demikian juga jika seseorang tidak suka kepada seseorang dengan berbagai latar belakangnya, aksi orang lain sehebat atau sebaik apapun tetap saja akan dianggap buruk.
Hati yang kotor akan berbuah pikiran kotor, sehingga aksinyapun berujung akan merugikan orang lain yang pada akhirnya juga dia sendiri akan menikmati akibatnya. Orang-orang seperti ini, jiwanya hanya akan sibuk memikirkan orang lain, tapi dia telah melupakan kepentingan dirinya. Dirinya akan menjadi hampa, pikirannya hanya akan melayang-layang yang bergerak tak punya daya. Bukalah sedikit ruang hati agar oksigen bisa masuk, sehingga metabolisme jiwa bisa berjalan normal. Oksigen jiwa bisa bertambah banyak sejalan semakin lebarnya pandangan hidup. Ingatlah yang kita pandang baik belum tentu berhikmah dan sebaliknya yang kita pandang buruk belum tentu juga jelek buat kita.
Berhubungan dengan hal di atas, kita mengenal ada orang berhati iblis, orang berhati binatang dan orang berhati manusia. Orang berhati binatang, perilakunya berdasarkan naluri-lebih banyak apa kata hati. Prilaku yang benar bukan lebih mengutamakan kata hati, tetapi harus berdasarkan pertimbangan pikiran; baik buruknya, untung ruginya atau salah dan benarnya. Dan pikiran bisa berfungsi seperti itu tentu akan sangat tergantung wawasan/tingkat pengetahuan dan keterampilan berpikir. Tingkat keterampilan berpikir akan diperoleh melalului kebiasaan berpikir, artinya setiap persoalan yang mncul bukan hanya dirasakan tetapi berusaha untuk dipecahkan-dicarikan solusi yang tepat. Langkah yang benar dalam mencari solusi jangan terburu-buru tetapi juga jangan terlalu menunggu. Kedua- duanya masih kelihatan unsur hati terlalu dominan ( hati sang pemimpin ). langkah yang ideal yaitu merumuskan dulu berbagai alternatif, kemudian satu peersatu kita kaji berbagai kemungkinan- baru kita putuskan.
Bagaimana dengan orang berhati iblis yah.....? di hatinnya berkecamuk niat jelek dan pikiran busuk. Dia hanya punya tujuan bagaimana bisa menghancurkan orang lain. Dia hanya sibuk dengan urusan - urusan mengkudeta tujuan orang lain. Dia suka diperalat orang... apalagi dibayar. Orang ini hobinya mengkeritik tapi tak mampu memberikan jalan keluar. Dia hanya bisa berteriak kamu jelek... kamu gagal.. kamu tak pantas. Lupa kalau dirinya banyak sekali kekurangan dan ketidak mampuannya. Yaah.. cuma mampu menghasut, memprovokator, merusak dan menganiaya.
Inilah yang seharusnya kita miliki" orang berhati manusia". Ingat nasehat Rasulullah Saw " Sebaik-baiknya manusia adalah yang baik buat orang lain". Hatinya, pikirannya dan aksinya akan selalu berusaha agar orang lain merasakan kebahagiaan. Seorang anak akan berusaha bagaimana menyenangkan hati kedua orangtuanya, sesuai dengan kemampuannya. Seorang murid dia akan berusaha menghargai gurunya. Demikian juga sebaiknya apa yang ada dihati dan benak orangtua dan gurunya, mereka berusaha agar anak dan muridnya bisa hidup bahagia. Bagi seorang pejabat akan sibuk memperjuangkan kepentingan rakyatnya dan rakyat berusaha untuk menjalankan aturan pemerintah dengan sebaik-baiknya.. Pekerja berusaha bekerja dengan sungguh-sungguh agar perusahaan untung, dan pengusaha berusaha untuk menjamin kesejahteraan pegawainya. Oh... indahnya hidup ini.
.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar