Yang lebih baik, bag.3

Jumat, 15 Oktober 2010
Ada yang pintar tapi tak jujur.....
Ada yang pintar tapi pendiam
Ada yang pintar tapi pelit senyum
Ada yang pintar tapi tak perduli
           Ada yang kurang cerdas tapi rajin
           Ada yang kurang  cerdas tapi kreatif
           Ada yang kurang cerdas tapi aktif
           Ada yang kurang cerdas tapi disiplin
Ada yang kaya tapi kikir
Ada yang kaya tapi pongah
Ada yang kaya tapi serakah
Ada yang kaya tapi tak berbagi

Di Iklan layanan sosial TV " orang pintar tak jujur hanya akan jadi penipu". Yang lebih baik  kalau kita jadi orang pintar ditambah pribadi yang jujur, maka nilainya akan menjadi lebih tinggi. Semakin dikagumi dan dihormati orang. Kepintaran/kepandaian  tapi plus tak jujur berarti bercampurnya madu dan racun. Kelebihan dan potensi diri yang tak berguna. Jangan  bangga nilai bagus tapi hasil nodong. Jangan bangga dapat pretasi tapi karena curang. Semuanya akan menjadi semu. Sorry...sorrry jack jangan yaah..buat apa... tak ada gunanya...itu mah keong racun.


Temanku orangnya pintar.. aduh tapi jarang ngomong... banyak diamnya. Dia lebih banyak menyendiri. Malas ngomong atau.... tak pandai berkomunikasi. Nanti disangkanya sombong...nanti kamu akan dapat predikat dia mah pinter oge... kuper. Aduh kawan!!.. jangan begitu, mari kita bergabung mari kita saling bercerita. Cerita apa yang harus kita lakukan hari ini agar masa depan kita baik. Kamu kan.... orang pintar... katanya" orangpintar banyak gagasannya" Beritahukami supaya kamipun bisa belajar dengan baik dan hasilnya sepertimu".


Idih.. gimana kamu mah.. pinter..pinter tapi pelit senyum yahh. Jangan..jangan kamu tidak suka kami... yah. Kayanya kamu buang muka terus kalau bertemu dengan kami. Ada apa....?Tau gak... kata ustad.... senyum itu sodaqoh. Amal yang paling ringan alias gampang yaitu senyum... kenapa kok.. sulit sekali untuk senyum. Malah... kata AA Gym" sebakinya kita lakukan 3S; senyum-sapa  dan salaman. Sikap ini perlu dilakukan kepada siapapun... dimanapun... dan kapanpun.Dengan orang yang tidak kenal pun layak kita lakukan itu.. apa lagi dengan orang yang kenal dan sehari -hari lagi.. kita bertemu. Akh... banyak siswa yang seperti itu, ironis. Banyak siswa mau bersikap baik...hormat dan melakukan 3 S tadi hanya kepada guru yang ngajar saja..kepada guru yang tidak ngajar atau sudah gak ngajarlagi ..sorry yaah kami tak kenal!


Katanya kaum pelajar itu kaum intelek.. yang sangat mengenal norma dan nilai-nilai yang baik. Mestinya .. yang namanya pelajar mencerminkan orang yang terpelajar..orang yang berbudi pekerti; santun, ramah dll. Ayolah.. nama belajar itu bukan hanya mengejar ilmu dan nilai raport/ijazah saja. Ada yang lebih baik, selain kita selain bertambah pengetahuan dan raport/ijazah yang bagus, lebih ideal kalau kepribadian kita semakin baik.. semakin dewasa. Satu lagi, pesan buat orang-orang pintar; ada dua orang yang celaka" yang pertama orang bodoh tidak belajar dan yang kedua adalah orang pintar tidak mengajarkan kepada yang belum atau tidak tahu( berbagi) ".


Salut buat mereka  kelompok yang katanya kurang pintar.. tapi dia rajin... disiplin... aktip ..inisiatip dan kreatif. Lebih cantik lagi orangnya ternyata ramah, murah senyum baik kepada siapapun. Mau bergaul dengan siapa saja, suka membantu sipapun yang membutuhkan. Makasih yahhh.....Saya senang berteman dengan kamu. Bahagianya.. jika banyak orang yang simpati kepadanya... Selamat yaah... kepada kamu-kamu yang baik. Tidak usah kecewa kemampuan otak kita pas-pasan atau mungkin kata orang telmi.. gak apa-apa..Iringailah kekurangan kita dengan kelebihan yang lain. Inasyallah... kita pun akan berhasil.


Kekayaan  yang kita miliki jangan dibawa sombong... ingat itu hanya titipan.. hanya amanat.Sadari dibalik harta yang kita miliki tersimpan hak orang lain. Maka jangan kikir alias cap jahe..tunggu adzab Tuhan. Tak sulit bagi Allah untuk mengambil harta kamu. Jangankan itu.. gunung saja tak sulit untuk dilenyapkan.. lautan ditumpahkan. Harta itu kan jadi berkah kalau digunakan dijalan Allah. Tidak perlu pergi haji berkali-kali..ada yang lebih baik; bantulah mereka yang masih miskin..khususnya sadaudara terdekat kita, tetangga dekat kita, teman dekat kita. Allah akan sangat membenci,jika kita pergi haji sampai 2-3 kali sementara ada tetangga kita yang sakit tidak bisa berobat karena tak punya uang. Jangankan untuk berobat , untukmakan sehari-hari begitu sulitnya. Kalau kita cari pahala.. itulah yang lebih baik. Cukup ibadah haji sekalisaja sisanya banyaklah amal  untuk orang lain.



3 komentar:

Anonim mengatakan...

betul banget pak, kita d dunia ini hanya sementara .... dan kenapa ea pak orang baik sllu mendapatkan musibah saja ???
cerita d atas sharusnya bnyak d baca dan d tulis oleh para pelajar yg msih mmentingkan dirinya sendri tanpa melihat orng lain ...krna pada msa ini peljar sring slah gaul dan slah beljar dari orng" terdkat.....
betul tadk pak.....

Anastasia mengatakan...

great artikel....(salut buat Bapak....)
tulisan yang penuh dengan irama kehidupan nyata... relita kehidupan sebenarnya sangat tergambar dari tulisan yang Bapak paparkan.... manusia hanyalah insan yang diberi amanat dan tugas........ manusia terbatas dengan segala kelemahan dan kekurangan.... ga pantas kalo manusia harus menyobongkan diri dari manusia yang laninnya... salut PAk....lanjutkan tulisannya Pak... aku mendukung mu hehehehe

superman mengatakan...

Benar,rehasiah belajar itu dianataranya" SERING".Ini terbukti setelah beberapa kali belajar memberi komentar(pendapat) ternyata komentar kamu semakin bagus.Kaya sastrawan.... sip!!! jangan bosan teruslah berlatih.smoga sukses

Posting Komentar